PROPOSAL BISNIS PULSA ELEKTRIK " DIKTRIK "
PROPOSAL BISNIS PULSA ELEKTRIK “ DIKTRIK ”

Disusun Oleh :
Diky Ramadhan
13214080
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2017
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di masa
era globalisasi ini, telepon genggam sudah tidak lagi
menjadi kebutuhan barang mewah tetapi sudah menjadi kebutuhan barang pelengkap.
Telepon genggam bisa dikatakan sebagai kebutuhan barang pelengkap karena hampir
seluruh lapisan masyarakat dari kalangan bawah, menengah, dan atas mampu
memiliki telepon genggam. Bahkan ada beberapa orang yang mampu memiliki telepon
genggam lebih dari satu.
Semakin
canggihnya teknologi dan dunia komunikasi, masyarakat sangat membutuhkan biaya
untuk berkomunikasi. Karena untuk berkomunikasi masyarakat memerlukan pulsa.
Sudah bisa dipastikan masyarakat yang menggunakan telepon genggam pasti
membutuhkan pulsa.
Melihat
masih jarangnya penjual pulsa elektrik di tempat tinggal saya dan terbukanya
peluang penjualan pulsa elektrik di kampus, saya berencana mendirikan usaha
penjualan pulsa elektrik.
B. Visi Usaha
Menjadikan
usaha pulsa elektrik “DIKTRIK”
yang mampu bersaing dengan usaha pulsa elektrik lainnya.
C. Misi
Usaha
1. Memberikan
pelayanan prima bagi pelanggan
2. Transaksi
yang cepat dan tepat.
3. Memberikan
kepuasan bagi pelanggan
C. Tujuan
Usaha
1. Memperoleh
pendapatan
2. Sebagai
pekerjaan sambilan yang menjanjikan
3. Memenuhi
kebututuhan penggunaan pulsa pada telepon genggam
D. Deskrepsi
Usaha
Modal
yang digunakan dalam usaha ini merupakan modal dari pengusaha sendiri. Tidak
ada pinjaman kepada pihak asing atau dari pihak bank dan lembaga keuangan
lainnya
Usaha
ini merupakan usaha yang memiliki prospek yang bagus. Karena pengguna telepon
genggam yang jumlahnya banyak dan kebutuhan akan pulsa pun terus meningkat.
Sehingga kemungkinan untuk mengembangkan usaha ataupun perluasan pemasaran
masih terbuka lebar.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Aspek Produk
1. Rencana
Produk
Produk
yang akan dijual dalam usaha ini adalah pulsa electrik nominal mulai dari 1.000
hingga 100.000 dari berbagai operator seluler di Indonesia seperti: XL, SMARTFREN, INDOSAT,
TELKOMSEL, AXIS, DAN
THREE.
2. Waktu
Pelaksanaan
Pelayanan
kepada konsumen dapat dilakukan setiap hari mulai dari pukul 06.00 – 22.00 WIB, tetapi pemesanan
pulsa sebelum/sesudah jam layanan akan dilayani walaupun tidak secepat jam
pelayanan konsumen.
3. Peralatan
Usaha
Dalam
usaha pulsa elektrik ini peralatan yang dibutuhkan untuk operasional adalah
sebagai berikut:
a. Telepon
Genggam/HP
b. Buku
c. Alat
Tulis
4. Proses
Penyediaan Produk
Pengadaan
produk dalam hal ini bekerjasama dengan penyedia deposit pulsa (pemasok) yaitu
“PAYTREN”.
Kemudian pemasok akan memberikan ID kepada pengusaha. Pada saat pengadaan
produk, pengusaha akan mendepositkan sejumlah uang kemudian pemasok akan mengirimkan
deposit pulsa ke ID pengusaha.
Pendepositan
pulsa dilakukan setiap 3 hari sekali ( 10 kali dalam Sebulan) agar dalam
melayani penjualan pulsa dapat dilakukan secara maksimal. Dan jika jumlah
penjualan setiap bulan meningkat maka pendepositan pulsa jumlahnya akan
ditambah.
B. Aspek Pemasaran
1. Segmen
Pasar
Konsumen
yang dituju adalah masyarakat yang menggunakan telepon genggam.
Daerah pemasarannya adalah daerah sekitar rumah, kampus, dll.
2. Strategi
Pemasaran
Cara
penjualan yang dilayani adalah dengan cara penjualan langsung dan secara
pesanan. Penjualan langsung dilakukan dengan cara pembeli datang langsung
kepada pengusaha. Sedangkan penjualan secara pesanan yaitu dengan cara pembeli
cukup memesan pulsa melalui sms
atau chatting sehingga pembeli tidak perlu datang
menemui pengusaha. Cara ini memudahkan konsumen dalam membeli pulsa jika tidak
dimungkinkan untuk menemui pengusaha. Namun cara pesanan ini hanya berlaku
bagi konsumen yang berlangganan dan sudah diketahui identitasnya secara jelas.
3. Promosi
Promosi
yang dilakukan dengan cara promosi dari mulut ke mulut dan melakukan promosi
langsung kepada konsumen.
4. Penetapan
Harga
Untuk
menetapkan harga, diperlukan beberapa aspek yang digunakan sebagai dasar dalam
menetapkan harga antara lain:
a. Aspek
Pesaing
Cara
menetapkan harga berdasarkan aspek ini adalah dengan melakukan penelitian harga
yang digunakan oleh pesaing. Agar produk yang dijual dapat laku maka harga
dibuat lebih murah atau sebanding dengan harga pesaing/harga pasaran.
b. Aspek
Harga Pokok
Pengusaha
menentukan harga pokok produk berdasarkan harga produk tersebut dari pemasok.
c. Aspek
Biaya
Selain
aspek – aspek yang telah disebutkan diatas, perlu diperhatikan tentang aspek
biaya. Hal ini sangat penting karena biaya juga merupakan pengeluaran yang
perlu diperhatikan untuk menentukan harga pokok dan laba/rugi suatu usaha.
C. Aspek Organisasi dan Manajemen
1. Tim
Manajemen
Dalam
usaha ini pengusaha tidak membentuk tim manajemen karena dalam mengelola usaha
ini hanya dikelola oleh satu orang saja.
2. Jenis
dan Volume Pekerjaan
Jenis
pekerjaan yang dilakukan dalam usaha ini adalah penjualan pulsa.
Jenis
volume kerja adalah melakukan penjualan, pemasaran dan meningkatkan pelayanan
prima tehadap konsumen dan/atau calon konsumen.
3. Masalah
dan Hambatan yang Potensial dalam Usaha
a. Munculnya
pesaing - pesaing baru
b. Ke terlambatan
pembayaran dari pelanggan yang membeli pulsa secara pesanan
c. Stok
pulsa yang sering habis.
4. Rencana
Penyelesaian Masalah
a. Meningkatkan
pelayanan kepada konsumen agar konsumen tidak berpindah ke pesaing.
b. Menerapkan
system batas waktu pembayaran dan bagi pelanggan yang belum melunasi
pembayaran sampai batas waktu yang ditetapkan maka diberikan peringatan/pemberitahuan
untuk membayar.
c. Melakukan
pengecekan saldo pulsa setiap telah melakukan transaksi agar dapat diketahui
jika saldo mulai menipis kemudian melakukan pengisian ulang.
D. Aspek
Keuangan/Permodalan
1. Sumber
Modal
Modal
sendiri Rp
1000.000,00
Modal
Pinjaman Rp -
Pinjaman
Kredit Rp -
Pinjaman
Kredit
Bank Rp -
Pinjaman
dari Pihak Ketiga Rp -
Modal
Asing Rp -
Jumlah
Modal Rp
1000.000,00
2. Modal
Investasi
- Peralatan
Modal
investasi peralatan berupa telepon genggam yang dibeli seharga Rp 300.000,00
yang memiliki masa manfaat 10 tahun yang disusutkan menggunakan metode garis
lurus tanpa nilai residu yang setiap bulannya sebesar Rp 2.500,00
3. Biaya
- Biaya
Variabel
a. Biaya
Bahan Baku
Deposit
pulsa 10 x Rp
300.000,00 Rp
3.000.000,00
b. Biaya
Bahan Penolong
Buku
Tulis Rp
7.500,00
Bolpoint Rp
2.500,00
Rp 10.000,00
Jumlah
Biaya
Variabel Rp
3.035.000,00
- Biaya
Tetap
Biaya
Peny. Peralatan (per bulan) Rp 2.500,00
Biaya
Pemeliharaan Telpon Genggam Rp
50.000,00
Jumlah
Biaya
Tetap Rp 52.500,00
Total
Biaya
Produksi Rp
3.087.500,00
4. Rencana
Keuntungan Usaha
- Penjualan
Pulsa
5.000 = 300 x Rp
6.000,00 =
Rp 1.800.000,00
Pulsa
10.000 = 80 x Rp 11.000,00 =
Rp 968.000,00
Pulsa
25.000 = 22 x Rp
26.000,00 =
Rp 572.000,00
Jumlah
Penjualan Rp
3.340.000,00
5. Analisa
Biaya
a. Biaya
yang harus dikeluarkan
- Biaya
Variabel
a) Biaya
Bahan Baku
Deposit
pulsa 10 x Rp
300.000,00 Rp
3.000.000,00
b) Biaya
Bahan Penolong
Buku
Tulis Rp
7.500,00
Bolpoint Rp
2.500,00
Rp 10.000,00
c) Biaya
lain-lain
Pulsa
untuk transaksi Rp 25.000,00
Jumlah
Biaya
Variabel Rp
3.035.000,00
- Biaya
Tetap
Biaya
Peny. Peralatan (per bulan) Rp 2.500,00
Biaya
Pemeliharaan Bangunan Rp
50.000,00
Jumlah
Biaya
Tetap Rp 52.500,00
Total
Biaya
Produksi Rp
3.087.500,00
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Untuk
mendirikan suatu usaha sebenarnya kita tidak membutuhkan modal yang terlalu
besar. contohnya saja usaha penjualan pulsa ini dengan modal Rp 1.000.000,00
(satu juta) usaha ini sudah dapat dilakukan/dijalankan. Yang terpenting dalam menjalankan
suatu usaha adalah kerja keras, keinginan untuk maju dan kedisiplinan
menjalankan usaha. Usaha penjualan pulsa ini dapat dijadikan usaha sampingan
yang mengutungkan ataupun usaha yang dijadikan untuk penghasilan utama yang
menjanjikan.
B. SARAN
Penyusunan
proposal ini memerlukan perbaikan dan kritik serta saran yang bersifat
membangun. Sehingga penyusunan proposal di masa yang akan datang dapat lebih
baik lagi. Untuk itu penyusun mohon saran-saran untuk melengkapi proposal usaha
ini.
Dan
diharapkan dengan disusunnya proposal usaha ini dapat menjadi panduan untuk
membuat proposal usaha. Dengan proposal ini juga diharapkan muncul wirausahawan
baru yang dapat menambah lapangan kerja dan dapat mengurangi pengangguran yang
ada di Indonesia.
Komentar
Posting Komentar